Beberapa Faktor Pemicu Penyakit Jantung
Selain karena faktor keturunan, penyakit jantung juga dapat disebabkan karena faktor makanan, aktivitas, merokok, usia, dan jenis kelamin. Disadari atau tidak, kebiasaan sehari-hari dapat mebantu mencegah, menunda, dan mengurangi pengaruh penyakit jantung. Kuncinya adalah dengan mengontrol faktor-faktor pemicu. Faktor-faktor pemicu penyakit jantung, antara lain:a. Tingkat Kolesterol
Kolesterol berguna sebagai sumber bahan bakar dalam tubuh. Namun, jumlah kolesterol yang terlalu banyak dapat menimbulkan timbunan kolesterol dalam pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. Ibaratnya, seperti sebuah pipa yang tersumbat oleh kotoran. Bayangkan saja, pembuluh darah itu sangat kecil, lebih kecil dari sebuah pipa. Penyumbatan pada pembuluh darah akibat timbunan kolesterol dapat menyebabkan tidak lancarnya aliran darah. Padahal darah itu, selain membawa oksigen, juga membawa makanan atau nutrisi yang diperlukan di seluruh tubuh, termasuk jantung. Sumbatan di pembuluh darah ini dapat meyebabkan penyakit jantung.
Ada dua jenis kolesterol yang sering dikenal, yaitu LDL (Low Density Lipoprotein) atau disebut kolesterol jahat dan HDL (High Density Lipoprotein) atau disebut kolesterol baik. Pemeriksaan LDL, HDL, trigliserida, dan total kolesterol dapat memberikan gambaran risiko penyakit jantung.
b. Tekanan Darah
Tekanan darah normal untuk dewasa adalah kurang dari 120/80 mmHg. Tekanan darah yang tinggi sering dihubungkan dengan potensi penyakit stroke, gagal ginjal, dan gagal jantung. Seberapa sering seseorang harus memeriksakan tekanan darahnya ? Hal itu tergantung dari apakah tekanan darah Anda tinggi atau tidak. Jika tekanan darah Anda normal, cobalah cek sedikitnya sekali dalam dua tahun. Namun, jika tekanan darah Anda di atas normal, cobalah cek setahun sekali. Bila tekanan darah anda sangat tinggi, sebaiknya Anda segera mendapatkan perawatan.
c. Diabetes
Diabetes atau sering disebut penyakit gula adalah penyakit yang disebabkan karena kekurangan insulin atau resistensi terhadap insulin sehingga menyebabkan glukosa tidak dapat disimpan dalam tubuh dalam bentuk glikogen. Glukosa ini akan tetap tinggal dalam darah, dan menyebabkan darah menjadi lebih kental, akhirnya mengurangi kelancaran aliran darah. Penyakit ini memiliki peran besar sebagai pemicu penyakit jantung dan stroke. Diabetes sering dihubungkan dengan obesitas. Obesitas dapat dicegah dengan menjaga berat badan ideal melalui olahraga dan gizi seimbang.














