Kenali Parasetamol

demam
Parasetamol memang sering dibutuhkan dan dipakai pada seseorang yang mengalami demam. Selain mencoba menurunkan panas dengan kompres, orang akan segera berlari ke warung atau toko obat atau apotek, hanya sekedar untuk mencari parasetamol. Malah, sebagian ibu-ibu menyediakan parasetamol dalam kotak obat di rumah. Parasetamol memang terkenal sekali dan tersedia dalam berbagai merek.

Parasetamol memiliki nama lain asetaminofen. Jangan bingung ya kalau disebut asetaminofen! Parasetamol memiliki efektivitas sebagai penurun demam (antipiretik) dan pereda nyeri (analgesik). Kekuatan sediaan yang tersedia di pasaran umumnya 125 mg, 250 mg dan 500 mg. Namun, yang lebih sering ditemui dalam berbagai merek adalah 500 mg. Dosis tablet yang digunakan untuk dewasa adalah 500-1000 mg setiap 4 sampai 6 jam dan maksimal 4000 mg (4 gram) per hari atau kira-kira 8 tablet @500 mg. Bagaimana bila lebih dari 4 gram? Parasetamol dapat menyebabkan toksisitas/ keracunan di hati (hepatotoksik). Dalam keadaan normal, parasetamol dimetabolisme di hati dengan bantuan enzim sitokrom P450 menjadi metabolit yang aktif, N-acetyl-p-benzoquinoneimine (NAPQI). NAPQI berperan sebagai radikal bebas dan berada dalam tubuh dalam waktu singkat karena NAPQI segera didetoksikasi oleh enzim glutation. Akhirnya dapat dikeluarkan melalui urin. Pada keadaan overdosis, jumlah dan kecepatan pengisian cadangan glutation tidak sebanding dengan NAPQI yang dihasilkan. NAPQI kemudian menyebabkan kerusakan intrseluler diikuti kematian sel hati, dan bisa juga menyebabkan kegagalan ginjal (walaupun lebih jarang kejadiannya). Oleh karena itu, pasien dengan penyakit hati tidak diperbolehkan menggunakan obat ini. Parasetamol juga tersedia untuk anak-anak dengan dosis 3 bulan-1 tahun: 60 -120 mg, 1-5 tahun: 120-250 mg, 6-12 tahun 250-500 mg, yang dapat diberikan setiap 4-6 jam bila perlu dan maksimal 4 dosis per hari.

Bagaimana? Walaupun parasetamol bisa dengan mudah dibeli di warung, toko obat, atau apotek, tidak berarti obatnya aman Lho.. karena memang semua obat ada efek sampingnya. Kalau anda ragu, sebaiknya beli di apotek dan bertanya langsung pada apotekernya. Atau bisa tinggalkan komentar disini…

3 Responses to Kenali Parasetamol

  1. Ade says:

    bagus banget

  2. [...] (misal: amoksisilin, ampisilin). Baru-baru ini juga dilaporkan ada pasien yang alergi terhadap parasetamol. Bahkan ada juga yang alergi terhadap obat penambah darah (anti anemia).  Bila Anda mengalami, [...]

  3. [...] untuk meredakan demam (antipiretik) dan meredakan nyeri (analgesik). Obat flu yang mengandung parasetamol dapat digunakan untuk orang yang mengalami flu disertai demam. 2. Asetosal atau asam [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


two + eight =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin