Konsumsi Kopi yang Berlebihan dapat Mengganggu Kesuburan
Kafein seperti yang kita ketahui dapat ditemukan pada kopi, teh, minuman cola, cokelat, dan beberapa obat tertentu. Kafein yang memiliki efek stimulan, juga dapat meningkatkan denyut jantung, mual, ansietas (cemas) dan depresi. Peneletian terbaru, menyatakan bahwa mengonsumsi kafein ternyata memungkinkan wanita sulit hamil.
Dengan menganalisis tuba falopi pada mencit, para peneliti menemukan bahwa kafein dapat mengganggu kontraksi otot yang membantu sel telur berpindah dari ovarium menuju ke tuba falopi dan kemudian ke rahim yang merupakan sebuah proses yang kritis untuk keberhasilan kehamilan.
“Penelitian kami lakukan pada mencit, tetapi melalui penemuan ini diharapkan dapat menjelaskan mengapa wanita yang mengonsumsi minuman berkafein dapat mengurangi kesempatannya untuk hamil,” kata Sean Ward, professor University of Nevada School of Medicine.
“Penelitian ini membuktikan sebuah penjelasan yang menarik mengapa wanita dengan konsumsi kafein yang tinggi sering membutuhkan waktu yang lama untuk hamil dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsi kafein,” tambah Ward.
Para peneliti juga mengatakan bahwa penemuan ini, yang diterbitkan 26 mei 2011 di British Journal of Pharmacology, dapat memberikan pemahaman lebih jauh pada pengobatan atau terapi pada seseorang yang mengalami infertilitas (ketidaksuburan) serta beberapa komplikasi kehamilan.
Sebelumnya, diduga bahwa perpindahan sel telur menuju tuba falopi dibantu oleh silia yang mirip rambut, tetapi pada penelitian ini menduga bahwa ada sel khusus yang bertugas membuka jalan atau sebagai sel perintis yang mengkoordinasi kontraksi yang mendorong sel telur menuju tuba falopi.
Lihat: artikel asli















