Lemak Trans dalam Makanan Mengintai Kita

wpid-lemak-trans.jpg

Lemak trans dipercaya sebagai tipe lemak terburuk yang ada. Tidak seperti lemak-lemak lainnya, lemak trans meningkatkan LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan HDL (kolesterol baik). Kombinasi kadar LDL yang tinggi dan HDL yang rendah meningkatkan risiko penyakit jantung.

Apa itu Lemak Trans?
Lemak trans dibuat dengan menambahkan hidrogen pada minyak sayur melalui proses yang disebut hidrogenasi, yang membuat minyak tidak cepat rusak. Penggunaan lemak trans dalam produksi makanan dibutuhkan agar makanan dapat bertahan lebih lama.
Para peneliti belum begitu yakin, namun penambahan hidrogen pada minyak lebih meningkatkan kolesterol daripada tipe lemak lainnya. Diduga, penambahan hidrogen pada minyak membuat minyak lebih sulit untuk dicerna dan tubuh mengenali lemak trans sebagai lemak jenuh.
Lemak trans dalam makanan yang dipanggang, seperti cracker, cookies, dan cake, dan kebanyakan makanan yang digoreng, seperti donat dan french fries, mungkin mengandung lemak trans. Beberapa margarin mungkin juga mengandung lemak trans yang tinggi.
Beberapa tahun terakhir ini, produsen makanan mengurangi penggunaan lemak trans karena efeknya pada kesehatan. Produsen sekarang juga mencantumkan kadar lemak trans dalam label nutrisi makanan yang diproduksi.
Akan tetapi, kita harus benar-benar paham apa maksud dari suatu label nutrisi. Misalnya, suatu produk makanan mengandung lemak trans sebanyak kurang dari 0,5 gram per sajian, maka label makanan tersebut dapat dibaca mengandung 0 gram lemak trans. Meskipun jumlah tersebut sedikit, bila kita mengkonsumsi makanan tersebut hingga beberapa porsi, maka kemungkinan kita mengkonsumsi lemak trans melebihi yang dianjurkan.

Lemak Trans dalam Label Makanan
Bagaimana kita mengetahui apakah suatu produk makanan mengandung lemak trans atau tidak? Carilah kalimat “partially hydrogenated vegetable oil” (minyak sayur yang terhidrogenasi parsial), itu adalah nama lain lemak trans.
Minyak yang sepenuhnya terhidrogenasi tidak mengandung lemak trans. Tidak seperti minyak terhidrogenasi parsial, proses yang digunakan untuk menghasilkan minyak yang sepenuhnya terhidrogenasi tidak menghasilkan lemak trans. Akan tetapi, bila pada label hanya terdapat minyak terhidrogenasi (hydrogenated oil), kemungkinan berarti minyak tersebut mengandung lemak trans.
Meskipun jumlah kecil lemak trans terdapat secara alami pada daging dan produk-produk susu, lemak trans dalam makanan terproses tampaknya lebih berbahaya.

 

Sumber: Mayoclinic

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


seven + four =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin