Menggunakan Antihistamin untuk Insomnia?

insomnia

Antihistamin atau yang lebih dikenal dengan obat anti alergi dapat menyebabkan mengantuk, sehingga dapat membantu Anda untuk beristirahat. Contoh obat yang termasuk dalam golongan antihistamin adalah klorfeniramin maleat (CTM), difenhidramin. Namun, penggunaan antihistamin secara rutin untuk mengobati insomnia tidak direkomendasikan.

Antihistamin dapat menyebabkan mengantuk karena bekerja dengan melawan histamin, suatu senyawa kimia yang dihasilkan oleh sistem syaraf pusat. Kenyataannya, sebagian besar obat bebas dan obat bebas terbatas mengandung antihistamin untuk membantu tidur. Produk-produk ini hanya boleh digunakan untuk 2-3 malam saja. Karena toleransi terhadap efek sedatif (penenang) antihistamin dapat terbentuk dengan cepat. Sehingga, semakin lama Anda menggunakan obat antihistamin, akan semakin sedikit efek mengantuk yang ditimbulkan. Selain mengantuk, antihistamin dapat menyebabkan mulut kering, pusing, dan masalah pada ingatan.

Jika Anda sedang berjuang melawan insomnia yang kronik, jangan mengandalkan obat-obat antihistamin atau obat-obat yang membantu tidur yang dijual di apotek. Mulailah dengan perubahan gaya hidup, meliputi:

  • Ikutilah jadwal tidur yang teratur.
  • Hindari kafein dan tidur siang.
  • Berolahraga.
  • Kendalikan stres Anda.

Jika Anda masih mengalami insomnia, konsultasikan pada dokter. Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan cara untuk membuat lingkungan tidur Anda lebih kondusif untuk tidur atau terapi perilaku untuk membantu Anda mempelajari kebiasaan tidur baru. Pada beberapa kasus, penggunaan obat yang dapat membantu tidur dalam jangka pendek direkomendasikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


eight + one =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin